Langsung ke konten utama

Bersama Al-Faruqi Berbagi Kebersamaan: Berbagi Takjil dan Buka Bersama, Menebar Kebaikan, Menguatkan Ukhuwah

Suasana pembagian takjil oleh PK IMM Al-Faruqi. Doc. Pribadi

SEMARANG — Semangat Ramadan kian terasa di sudut Kota Semarang. Pimpinan Komisariat (PK) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Al-Faruqi menggelar kegiatan berbagi takjil gratis dan buka bersama pada Ahad sore, 8 Maret 2026. Kegiatan yang berlangsung di sisi Jalan Raya Rumah Sakit Medika, Ngaliyan ini berhasil menarik antusias warga sekitar yang rela mengantri demi mendapatkan takjil.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja Bidang Tabligh dan Kajian Keislaman (TKK) PK IMM Al-Faruqi yang bersinergi dengan Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Muhammadiyah (Lazismu) Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang. Kolaborasi antara dua lembaga dalam lingkup Persyarikatan Muhammadiyah ini menjadi bukti nyata bahwa kekuatan ukhuwah dapat melahirkan aksi sosial yang bermanfaat bagi masyarakat luas.

Seratus takjil es buah disiapkan dengan penuh keikhlasan oleh para kader IMM Al-Faruqi bersama relawan Lazismu. Antusiasme warga sangat tinggi, banyak di antaranya yang sudah berdiri menanti jauh sebelum waktu pembagian dimulai.

Kegiatan ini tidak semata-mata bersifat seremonial. Di balik takjil yang dibagikan, terkandung pesan mendalam tentang kepedulian sosial, solidaritas, dan semangat berbagi yang menjadi ruh gerakan mahasiswa Islam. Para kader IMM Al-Faruqi berharap kegiatan ini dapat menjadi jembatan silaturahmi antara sivitas akademika dan masyarakat di sekitar lingkungan kampus.

Ketua Umum PK IMM Al-Faruqi menyampaikan bahwa program semacam ini akan terus dikembangkan, tidak hanya selama bulan Ramadan, tetapi menjadi agenda rutin yang memperkuat peran IMM sebagai organisasi kemahasiswaan yang bergerak di tengah masyarakat. "Kami ingin IMM Al-Faruqi hadir nyata, bukan hanya di ruang-ruang kajian, tetapi juga di jalan-jalan, di tengah masyarakat yang membutuhkan," tegasnya.

Melalui kegiatan Berbagi Takjil dan Buka Bersama ini, PK IMM Al-Faruqi membuktikan bahwa nilai-nilai Islam yang berkemajuan tidak hanya tercermin dalam kata, tetapi juga dalam tindakan nyata yang memberi manfaat seluas-luasnya bagi sesama. Semoga amal kebaikan ini menjadi ladang pahala yang tak terputus bagi seluruh panitia dan donatur yang telah berkontribusi.

Laporan: Muhammad Hammas |  Editor: Zidni Rosyidah

#IMMAlFaruqi  #BerbagiTakjil  #Ramadan1447H  #LazismuNgaliyan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Prof. Dr. Siti Chamamah Soeratno: Perempuan Muhammadiyah Penegak Kemanusiaan

Sumber: http://kupipedia.id/ Hai, sobat Al-Faruqi! Tahukah kalian tentang sosok pembela martabat perempuan yang berjasa besar dalam perjuangan Muhammadiyah dan Aisyiyah? Yuk, kita berkenalan dengan Prof. Dr. Siti Chamamah Soeratno, tokoh masyarakat yang menginspirasi kita semua! Berdasarkan buku 100 Tokoh Muhammadiyah yang Menginspirasi (Lasa Hs., Widyastuti, Imron Nasri, dkk., hal. 276–278), Prof. Dr. Siti Chamamah Soeratno dikenal sebagai salah satu tokoh perempuan berpengaruh dalam sejarah Aisyiyah dan Muhammadiyah. Ia memimpin Aisyiyah selama dua periode (2000–2010) dan dikenal dengan gagasannya yang mendalam tentang posisi perempuan dalam Islam dan masyarakat. Sosok Intelektual dan Pemimpin Perempuan Muhammadiyah Prof. Dr. Hj. Siti Chamamah Soeratno lahir di Kauman, Yogyakarta, 24 Januari 1941. Ia berasal dari keluarga Muhammadiyah yang kuat dalam tradisi dakwah dan pendidikan. Chamamah adalah anak kedua dari empat bersaudara yang tumbuh dalam keluarga santri. Ayahnya, KH. Hamad ...

Jual Agama

  Created by Gemini AI Saya gemas. Kok bisa-bisanya kita ini begitu mudah termakan narasi kiai jualan agama. Hanya karena lihat kiai pakai mobil bagus, atau pegang iPhone, langsung jari-jari netizen "gatal" membuat status hujatan. Seolah-olah, kalau sudah jadi kiai, ya harus menderita. Harus melarat. Tidak boleh punya iPhone. Tidak boleh naik Alphard. Itu pikiran kuno. Jadul. Mari kita lihat Ustadz Abdul Somad (UAS). Orang ribut soal pilihan politiknya. Ia mendukung seorang calon yang tidak lebih masyhur dari petahana di Riau waktu itu. Jadi. Berkat UAS Effect. Kemudian beliau diframing: UAS jual agama demi politik. Padahal? Beliau itu meliburkan jadwal ceramahnya tiga bulan penuh. Anda tahu berapa nilai materi yang beliau relakan? Miliaran. Semua itu dikurbankan demi kontrak politik: minta dibangunkan Islamic Center, beasiswa santri, dan empat belas perjanjian politik lainnya. Tanpa minta bayaran sepeser pun. Mana ada politisi atau konsultan yang mau kerja gratisan tiga bula...

Merdeka atau Mati (?)

Spirit revolusi dalam genggaman | Created with Canva Hari ini, Indonesia genap berusia 80 tahun. Tidak lagi muda. Sebuah usia yang sudah cukup matang untuk ukuran sebuah negara. Namun, sebuah pertanyaan selalu bergaung di lubuk hati: sudahkah kita benar-benar merdeka atau sudah hampir mati? Pernah pada tahun 1945, para pemuda kita berteriak lantang: “Merdeka atau Mati!” Pekikan itu adalah pilihan yang tegas: berjuang sampai titik darah penghabisan atau tetap hidup dalam penjajahan. Tidak ada jalan tengah. Tidak ada kompromi. Semalam penulis menyimak pidato Presiden di Sidang Tahunan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). “Tingkat pengangguran paling rendah,” katanya. Semoga saja benar. Benar-benar salah. Faktanya, data yang dihimpun dari banyak sumber mengatakan bahwa pengangguran di Konoha masih tinggi, berbeda dengan yang diungkap Budan Pusat Statistik (BPS). Terasa ironis. Janji membuka 19 juta lowongan kerja, nyatanya tidak ada bukti nyata. “Satu laki-laki tersakiti, 19 juta lainny...