Langsung ke konten utama

Postingan

Jual Agama

  Created by Gemini AI Saya gemas. Kok bisa-bisanya kita ini begitu mudah termakan narasi kiai jualan agama. Hanya karena lihat kiai pakai mobil bagus, atau pegang iPhone, langsung jari-jari netizen "gatal" membuat status hujatan. Seolah-olah, kalau sudah jadi kiai, ya harus menderita. Harus melarat. Tidak boleh punya iPhone. Tidak boleh naik Alphard. Itu pikiran kuno. Jadul. Mari kita lihat Ustadz Abdul Somad (UAS). Orang ribut soal pilihan politiknya. Ia mendukung seorang calon yang tidak lebih masyhur dari petahana di Riau waktu itu. Jadi. Berkat UAS Effect. Kemudian beliau diframing: UAS jual agama demi politik. Padahal? Beliau itu meliburkan jadwal ceramahnya tiga bulan penuh. Anda tahu berapa nilai materi yang beliau relakan? Miliaran. Semua itu dikurbankan demi kontrak politik: minta dibangunkan Islamic Center, beasiswa santri, dan empat belas perjanjian politik lainnya. Tanpa minta bayaran sepeser pun. Mana ada politisi atau konsultan yang mau kerja gratisan tiga bula...
Postingan terbaru

Ide Itu Tidak Mahal

*semua narasi berasal dari video youtube channel Ferry Irwandi dengan judul "IDE ITU TIDAK MAHAL!" Kita semua bisa sepakat bahwa ide brilian adalah hal yang bagus, tapi menurut ferry ada beberapa hal missconcept dan missleading dari cara masyarakat memahami value sebuah ide. Katakanlah nongkrong bersama teman sampai pagi, dalam diskusinya pasti muncul banyak ide, dari ide-ide yang diobrolin berapa persen ide yang terealisasikan? Sejatinya manusia setiap hari tidak kekurangan ide brilian, kenapa bisa begitu? balik lagi karena ide itu sangat murah, tidak ada yang spesial dari ide, yang anehnya manusia sering membanggakan hal bersifat ide yang muncul tiba-tiba seolah itu bukti kecerdasan atau potensi luar biasa. Padahal kalau otak mausia dibedah secara ilmiah, kita bakal sadar bahwa ide bukan anugrah namun produk sampingan. Dalam otak manusia terdapat jaringan yang bernama default mode network atau disingkat DMN, yaitu sebuah pabrik yang ada di dalam otak manusia. Dalam si...

Museum Date Al-Faruqi: Belajar Sejarah, Merefleksi Gerak Sosial

Dokumen pribadi Ahad, 2 November 2025 — Museum Perjuangan Mandala Bhakti, Kota Semarang Pada Ahad pagi, 2 November 2025, kader PK IMM Al-Faruqi melangkah bersama menuju Museum Perjuangan Mandala Bhakti, Semarang. Kegiatan ini adalah bagian dari kolaborasi bidang SBO dan bidang Hikmah, menjadikannya bukan sekadar kunjungan museum, tetapi sebuah ruang belajar yang memadukan sudut pandang budaya, sejarah, dan sosial-politik. Kegiatan ini diberi nama Museum Date Al-Faruqi, dengan kontribusi tiket sebesar Rp 5.000 per orang. Meski sederhana, acara ini menjadi wadah untuk mengambil jeda dari rutinitas, sekaligus memperluas cakrawala sejarah bagi para kader. Belajar Sejarah Lewat Jejak Perjuangan Museum Mandala Bhakti menyimpan berbagai dokumentasi perjuangan rakyat Semarang dan Jawa Tengah. Mulai dari kisah perlawanan lokal, tokoh-tokoh militer, foto arsip era kolonial, hingga artefak-artefak yang menggambarkan dinamika masyarakat saat masa perjuangan. Beberapa diorama juga menampilkan suasa...

Ministry of The Future: Satu Kesalahan Terbesar dalam Melihat Masalah Dunia

*Semua informasi dalam narasi ini berasal dari video YouTube channel "Kok Bisa?" dengan judul video "Satu Kesalahan Terbesar Dalam Melihat Masalah Dunia". Apa cita-cita kalian waktu kecil? Astronaut, penyanyi, presiden? Sekarang, sekadar “hidup normal” terasa makin sulit: harga barang naik, biaya hidup menekan, dan lapangan kerja makin sempit. Di samping itu, media sosial menyebarkan informasi dengan kecepatan kilat, bukan sedikit yang berguna, tapi banyak juga yang keliru, sehingga kita sering lebih bingung daripada tercerahkan. Kesalahan besar kita adalah memandang masalah sebagai potongan-potongan terpisah. Padahal, banyak isu sebenarnya saling tersambung: teknologi, ekonomi, lingkungan, sosial, dan geopolitik membentuk satu jaring masalah. Para ahli menyebutnya polikrisis yakni tumpukan krisis yang saling memperparah. Contohnya: AI generatif yang awalnya dilihat membuka peluang, ternyata bisa menggeser tenaga kerja dan memicu PHK massal; di sisi lain, operasi da...

Prof. Dr. Siti Chamamah Soeratno: Perempuan Muhammadiyah Penegak Kemanusiaan

Sumber: http://kupipedia.id/ Hai, sobat Al-Faruqi! Tahukah kalian tentang sosok pembela martabat perempuan yang berjasa besar dalam perjuangan Muhammadiyah dan Aisyiyah? Yuk, kita berkenalan dengan Prof. Dr. Siti Chamamah Soeratno, tokoh masyarakat yang menginspirasi kita semua! Berdasarkan buku 100 Tokoh Muhammadiyah yang Menginspirasi (Lasa Hs., Widyastuti, Imron Nasri, dkk., hal. 276–278), Prof. Dr. Siti Chamamah Soeratno dikenal sebagai salah satu tokoh perempuan berpengaruh dalam sejarah Aisyiyah dan Muhammadiyah. Ia memimpin Aisyiyah selama dua periode (2000–2010) dan dikenal dengan gagasannya yang mendalam tentang posisi perempuan dalam Islam dan masyarakat. Sosok Intelektual dan Pemimpin Perempuan Muhammadiyah Prof. Dr. Hj. Siti Chamamah Soeratno lahir di Kauman, Yogyakarta, 24 Januari 1941. Ia berasal dari keluarga Muhammadiyah yang kuat dalam tradisi dakwah dan pendidikan. Chamamah adalah anak kedua dari empat bersaudara yang tumbuh dalam keluarga santri. Ayahnya, KH. Hamad ...

Politik Joko Tingkir

Created by ChatGPT Alkisah, ada seorang raja bernama Joko Tingkir. Ia punya siasat yang unik untuk memikat hati rakyatnya. Konon, ia pernah melumuri telinga seekor kerbau dengan lumpur. Kerbau itu pun dilepas. Mengamuk di jalanan desa. Menabrak apa saja. Membuat warga bertanya-tanya: “Kenapa kerbau ini bisa segila itu?” Lalu, dengan gagah berani, Joko Tingkir datang. Ia mendekati kerbau itu, mengusap telinganya, dan seketika kerbau pun tenang. Warga bersorak. Sang raja dipuji bak pahlawan. Padahal, siapa yang membuat kerbau itu ngamuk kalau bukan dirinya sendiri? Hari ini, sebagian orang melihat politik Presiden Prabowo mirip dengan siasat Joko Tingkir. Mantan Menko Polhukam Mahfud MD menyebutnya sebagai “Politik Joko Tingkir”. Biarkan rakyat resah dulu. Biarkan “kerbau” mengamuk, lalu sang pemimpin hadir sebagai penyelamat. Kita sudah melihat contohnya. Kenaikan PPN 12 persen yang nyaris jadi kenyataan. Gas 3 kilo yang sempat langka. Harga kebutuhan pokok yang mencekik rakyat kecil. S...

Jalan Tengah

Source: World Economic Forum (WEF) Sebuah frasa yang pernah dimuat World Economic Forum (WEF) melalui platform media sosial mereka memicu perdebatan. Frasa itu termaktub dalam potongan video yang menampilkan "ramalan" tentang ekonomi dunia pada tahun 2030. Kira-kira bunyi frasa itu seperti ini: "You'll own nothing, and you'll be happy" (Kamu tidak akan memiliki apa pun, dan kamu akan bahagia). Frasa itu dimuat pada tahun 2018. Tujuh tahun yang lalu.  Booming  waktu itu—hingga sekarang. Banyak yang memperdebatkan, mendiskusikan, bahkan menuduh WEF sebagai biang keladi rencana ekonomi yang "bejat" itu. Memang menarik untuk direnungkan. Frasa itu cenderung seperti sesuatu yang direncanakan secara matang. Apalagi yang mempopulerkannya adalah WEF, organisasi ekonomi yang sudah masyhur. Jika ditarik ke belakang, sebenarnya itu adalah esai yang ditulis oleh Ida Auken pada tahun 2016, dua tahun sebelum WEF memuatnya. Menurut klaim WEF, tujuannya adalah unt...