Suasana pembagian takjil oleh PK IMM Al-Faruqi. Doc. Pribadi SEMARANG — Semangat Ramadan kian terasa di sudut Kota Semarang. Pimpinan Komisariat (PK) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Al-Faruqi menggelar kegiatan berbagi takjil gratis dan buka bersama pada Ahad sore, 8 Maret 2026. Kegiatan yang berlangsung di sisi Jalan Raya Rumah Sakit Medika, Ngaliyan ini berhasil menarik antusias warga sekitar yang rela mengantri demi mendapatkan takjil. Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja Bidang Tabligh dan Kajian Keislaman (TKK) PK IMM Al-Faruqi yang bersinergi dengan Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Muhammadiyah (Lazismu) Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang. Kolaborasi antara dua lembaga dalam lingkup Persyarikatan Muhammadiyah ini menjadi bukti nyata bahwa kekuatan ukhuwah dapat melahirkan aksi sosial yang bermanfaat bagi masyarakat luas. Seratus takjil es buah disiapkan dengan penuh keikhlasan oleh para kader IMM Al-Faruqi bersama relawan Lazismu. Antusiasme warga sangat ...
Created by Gemini AI Saya gemas. Kok bisa-bisanya kita ini begitu mudah termakan narasi kiai jualan agama. Hanya karena lihat kiai pakai mobil bagus, atau pegang iPhone, langsung jari-jari netizen "gatal" membuat status hujatan. Seolah-olah, kalau sudah jadi kiai, ya harus menderita. Harus melarat. Tidak boleh punya iPhone. Tidak boleh naik Alphard. Itu pikiran kuno. Jadul. Mari kita lihat Ustadz Abdul Somad (UAS). Orang ribut soal pilihan politiknya. Ia mendukung seorang calon yang tidak lebih masyhur dari petahana di Riau waktu itu. Jadi. Berkat UAS Effect. Kemudian beliau diframing: UAS jual agama demi politik. Padahal? Beliau itu meliburkan jadwal ceramahnya tiga bulan penuh. Anda tahu berapa nilai materi yang beliau relakan? Miliaran. Semua itu dikurbankan demi kontrak politik: minta dibangunkan Islamic Center, beasiswa santri, dan empat belas perjanjian politik lainnya. Tanpa minta bayaran sepeser pun. Mana ada politisi atau konsultan yang mau kerja gratisan tiga bula...